• Search
  • Menu
title of the image
Ket Gambar : Sempena Peringatan Hari Guru Ke-73 Tahun 2018, Bupati Meranti Silahturahmi Bersama Keluarga Besar SMKN I Selatpanjang



Bupati Meranti Silahturahmi Bersama Keluarga Besar SMKN I Selatpanjang

2018-11-28 08:11:53

UTUSANRIAU.CO, MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si didampingi Ketua PKK Meranti Hj. Nirwana Sari Irwan menghadiri acara silahturahmi sekaligus peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-73 Tahun 2018, kegiatan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan itu, dipusatkan di Halaman Sekolah Menengah Negeri I, Jalan Dorak, Selatpanjang, Selasa (27/11/2018).

 

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Sekolah SMKN I Dra. Nurhayati MM dan Jajaran Majelis Guru SMKN I Selatpanjang, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Najito, Pengawas Sekolah SMU, Komiter Sekolah, Para Pelajar SMKN I dan lainnya.

 

Dalam sambutannya Kepala Sekolah SMKN I Sepatpanjang, Nurhayati mengucapkan terima kasih yang tinggi atas kehadiran Bupati Irwan dan istri Hj. Nirwana Sari dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional disekolah yang dipimpinya. Selatjutnya mengharapkan masukan dari Bupati untuk memberikan motivasi kepada jajaran majelis guru agar lebih kompeten dibidangnya dalam mencetak generasi muda yang berkualitas di Kepulauan Meranti.

 

Menurut Nurhayati agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik setiap guru harus memenuhi kriteria wajib yakni memiliki kompetensi dan keahlian, kreatif, inovatif, profesional dan komunikatif serta mampu berkolaborasi dengan guru lainnya dan yangbtak kalah penting terus belajar untuk meningkatkan kecakapan dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

 

"Semoga dengan guru yang berkopentensi dan profesional mampu membawa Indonesia menuju bangsa yang berbudaya cerdas dan berkarakter dalam kancah pergaulan global," ujar Nurhayati mengutip pidato Menteri Pendidikan RI.

 

Selanjutnya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Najito, dalam sambutanya mengungkapkan berbagai hal terkait permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan di Riau saat ini, mulai dari guru minta pindah, kondisi sekolah yang tidak representatif, prilaku siswa dan lainnya. Kepada Bupati dan guru yang hadir Najito berharap tercipta sinergitas dari semua pihak untuk menuntaskan masalah tersebut demi cita-cita generasi mendatang lebih baik dari generasi sebelumnya.

 

Menyikapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si menekankan generasi hebat hanya bisa dilahirkan dari guru-guru yang hebat. 

 

Untuk itu orang nomor satu di Kepulauan Meranti ini, meminta para guru dan pelajar mampu mengantisipasi era milenial saat ini dimana informasi yang begitu cepat menjadi kunci sukses setiap orang.

 

"Jika kita tidak siap maka akan tertinggal dengan bangsa lain," ujar Bupati.

 

Dalam kontek itu Bupati Irwan meminta guru harus mampu menyambut tantangan ini dengan mensiasati materi mengajar dikelas yang efektif. Secara rinci ditegaskan Bupati ada 3 hal yang harus dipenuhi oleh seorang guru agar guru dapat mencibtakan generasi muda yang tangguh mampu bersaing diera mileneal yang cukup ketat dan sukses melanjutkan estafet kepemimpinan saat ini.

 

Pertama harus dimiliki keimanan dan ketaqwaan yang baik agar mampu menjadi contoh tauladan kepada murid, 

 

"Murid itu cerminan guru oleh karena itu guru harus bisa memberikan contoh yang baik kepada murid," ujar Bupati.

 

Bupati mengingatkan jangan sampai guru tidak memiliki etika, penampilan dan komunikasi kurang menarik karena itu bisa berpengaruh pada kemampuan murid.

 

Yang kedua dan tak bisa ditawar adalah Kompetensi seperti program pemerintah saat ini yang menekankan guru harus mengantongi sertifkasi dan kompetensi.

 

Dan yang terakhir adalah guru harus memiliki integritas atau kinerja yang baik artinya mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik sesuai kompetensi yang dimiliki.

 

Untuk kasus ini, Bupati Meranti mengapresiasi SMKN I Selatpanjang yang terbukti telah berhasil dengan capaian nilai UN 2017 yang cukup tinggi.

 

"Artinya standard guru disini sudah diatas rata-rata, semoga bisa melahirkan generasi-generasi tangguh demi kemajuan Meranri dimasa datang," ucap Bupati diirinhi tepauk tangan meriah dari para guru.

 

Hasil ujian Nasional 2017 tingkat kelulusan tertinggi SMKN I Tebing tinggi begitu juga capaian nilai cukup membanggakan.

 

Dihadapan para siswa dan majelis guru serta komite sekolah yang hadir, orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu juga meminta kepada Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau agar lebih meningkatkan pengawasan pendidikan agar kompetensi yang menjadi bekal dasar para guru bisa terpenuhi.

 

Dan yang tak kalah penting Bupati berharap generasi muda Meranti saat ini, mampu menjadi manusia yang tangguh yang mampu menghadapi era milenial dan revolusi Industri dengan membawa Indonesia menjadi bangsa yang bergerak cepat menjadi negara yang unggul.

 

"Saat ini bukan jamannya lagi biar lambat asal selamat tapi buar cepat asal selamat," ucap Bupati memotovasi.

 

Untuk menambah daya survive pelajar saat ini, Bupati Irwan juga menyarankan agar semua siswa menekuni ekstrakurikuler karena di era mileneal saat ini menurutnya pintar saja tidak cukup seorang siswa harus memiliki keterampilan yang hanya bisa didapat dari ekstrakurikuler.

 

Salah satu yang disarankan oleh Bupati adalah kegiatan Pramuka, karena pramuka menurutnya banyak memberikan keterampilan bagaimana seseorang mampu survive dan menyesuaikan diri disegala situasi.

 

Lebih jauh ditekankan Bupati, tugas guru SMK amatlah berat karena mempersiapkan generasi muda untuk terjun kedunia kerja, ia berharap para guru SMK dapat membekali para siswa dengan kemampuan teknis yang memiliki life skill yang tinggi. Karena dari data yang dikeluarkan tiap tahunnya sebanyak 700 orang pelajar tamatan SMU di Meranti atau 40 persennya tidak melajutkan pendidikan melainkan langsung terjun kedua kerja atau menjadi penggangguran.

 

 

"Ini tugas kita bersama para guru mencetak SDM berkualitas, sementara Pemda akan mengupayakan membuka lapangan kerja sebesar-besarnya," jelas Bupati.

 

Dalam suasana yang akrab penuh dengan raaa kekeluargaan itu, Bupati juga meminta para guru dan pelajar untuk menyikapi 2 hal yakni menjauhi Seks bebas LGBT dan penyalahgunaan Narkoba.

 

"Jangan sekali kali menyentuh apalagi menggunakan Narkoba, karena beresiko besar menghancurkan masa depan," tegas Bupati.

 

Begitu juga untuk kasus LGBT dan Seks bebas yang mulai marak di Meranti, ia menghimbau para guru untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada siswa terkait Seks bebas dan LGBT yang pada dasarnya merupakan penyakit moral.

 

"Saya berharap adik-adik (murid.red), jangan sampai tertular penyakit mental tersebut karena merupakan penyakit yang sangat dibenci oleh Allah SWT, kalau ingin negeri kita bebas dari musibah maka jauhi LGBT," pungkas Bupati.

 

Sekedar informasi, dalam kegiatan silahturahmi Bupati Kepulauan Meranti dan Majelis Guru SMKN I Selatpanjang sempena HGN dan HUT PGRI Tahun 2018 itu, juga dilakukan pemasangan Salempang Guru oleh Bupati Drs. H. Irwan M.Si yang didampingi Hj. Nirwana Sari Irwan kepada Kepala Sekolah SMK I Selatpanjang Nurhayati. Dilanjutkan dengan penyerahan buku perpustakaan. Acara ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng dan salam salaman antara Bupati yang didampingi istri dengan para guru dan siswa SMKN I Selatpanjang. (Rls Humas).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Sekolah SMKN I Dra. Nurhayati MM dan Jajaran Majelis Guru SMKN I Selatpanjang, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Najito, Pengawas Sekolah SMU, Komiter Sekolah, Para Pelajar SMKN I dan lainnya.   Dalam sambutannya Kepala Sekolah SMKN I Sepatpanjang, Nurhayati mengucapkan terima kasih yang tinggi atas kehadiran Bupati Irwan dan istri Hj. Nirwana Sari dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional disekolah yang dipimpinya. Selatjutnya mengharapkan masukan dari Bupati untuk memberikan motivasi kepada jajaran majelis guru agar lebih kompeten dibidangnya dalam mencetak generasi muda yang berkualitas di Kepulauan Meranti.   Menurut Nurhayati agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik setiap guru harus memenuhi kriteria wajib yakni memiliki kompetensi dan keahlian, kreatif, inovatif, profesional dan komunikatif serta mampu berkolaborasi dengan guru lainnya dan yangbtak kalah penting terus belajar untuk meningkatkan kecakapan dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.   "Semoga dengan guru yang berkopentensi dan profesional mampu membawa Indonesia menuju bangsa yang berbudaya cerdas dan berkarakter dalam kancah pergaulan global," ujar Nurhayati mengutip pidato Menteri Pendidikan RI.   Selanjutnya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Najito, dalam sambutanya mengungkapkan berbagai hal terkait permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan di Riau saat ini, mulai dari guru minta pindah, kondisi sekolah yang tidak representatif, prilaku siswa dan lainnya. Kepada Bupati dan guru yang hadir Najito berharap tercipta sinergitas dari semua pihak untuk menuntaskan masalah tersebut demi cita-cita generasi mendatang lebih baik dari generasi sebelumnya.   Menyikapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si menekankan generasi hebat hanya bisa dilahirkan dari guru-guru yang hebat.    Untuk itu orang nomor satu di Kepulauan Meranti ini, meminta para guru dan pelajar mampu mengantisipasi era milenial saat ini dimana informasi yang begitu cepat menjadi kunci sukses setiap orang.   "Jika kita tidak siap maka akan tertinggal dengan bangsa lain," ujar Bupati.   Dalam kontek itu Bupati Irwan meminta guru harus mampu menyambut tantangan ini dengan mensiasati materi mengajar dikelas yang efektif. Secara rinci ditegaskan Bupati ada 3 hal yang harus dipenuhi oleh seorang guru agar guru dapat mencibtakan generasi muda yang tangguh mampu bersaing diera mileneal yang cukup ketat dan sukses melanjutkan estafet kepemimpinan saat ini.   Pertama harus dimiliki keimanan dan ketaqwaan yang baik agar mampu menjadi contoh tauladan kepada murid,    "Murid itu cerminan guru oleh karena itu guru harus bisa memberikan contoh yang baik kepada murid," ujar Bupati.   Bupati mengingatkan jangan sampai guru tidak memiliki etika, penampilan dan komunikasi kurang menarik karena itu bisa berpengaruh pada kemampuan murid.   Yang kedua dan tak bisa ditawar adalah Kompetensi seperti program pemerintah saat ini yang menekankan guru harus mengantongi sertifkasi dan kompetensi.   Dan yang terakhir adalah guru harus memiliki integritas atau kinerja yang baik artinya mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik sesuai kompetensi yang dimiliki.   Untuk kasus ini, Bupati Meranti mengapresiasi SMKN I Selatpanjang yang terbukti telah berhasil dengan capaian nilai UN 2017 yang cukup tinggi.   "Artinya standard guru disini sudah diatas rata-rata, semoga bisa melahirkan generasi-generasi tangguh demi kemajuan Meranri dimasa datang," ucap Bupati diirinhi tepauk tangan meriah dari para guru.   Hasil ujian Nasional 2017 tingkat kelulusan tertinggi SMKN I Tebing tinggi begitu juga capaian nilai cukup membanggakan.   Dihadapan para siswa dan majelis guru serta komite sekolah yang hadir, orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu juga meminta kepada Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau agar lebih meningkatkan pengawasan pendidikan agar kompetensi yang menjadi bekal dasar para guru bisa terpenuhi.   Dan yang tak kalah penting Bupati berharap generasi muda Meranti saat ini, mampu menjadi manusia yang tangguh yang mampu menghadapi era milenial dan revolusi Industri dengan membawa Indonesia menjadi bangsa yang bergerak cepat menjadi negara yang unggul.   "Saat ini bukan jamannya lagi biar lambat asal selamat tapi buar cepat asal selamat," ucap Bupati memotovasi.   Untuk menambah daya survive pelajar saat ini, Bupati Irwan juga menyarankan agar semua siswa menekuni ekstrakurikuler karena di era mileneal saat ini menurutnya pintar saja tidak cukup seorang siswa harus memiliki keterampilan yang hanya bisa didapat dari ekstrakurikuler.   Salah satu yang disarankan oleh Bupati adalah kegiatan Pramuka, karena pramuka menurutnya banyak memberikan keterampilan bagaimana seseorang mampu survive dan menyesuaikan diri disegala situasi.   Lebih jauh ditekankan Bupati, tugas guru SMK amatlah berat karena mempersiapkan generasi muda untuk terjun kedunia kerja, ia berharap para guru SMK dapat membekali para siswa dengan kemampuan teknis yang memiliki life skill yang tinggi. Karena dari data yang dikeluarkan tiap tahunnya sebanyak 700 orang pelajar tamatan SMU di Meranti atau 40 persennya tidak melajutkan pendidikan melainkan langsung terjun kedua kerja atau menjadi penggangguran.     "Ini tugas kita bersama para guru mencetak SDM berkualitas, sementara Pemda akan mengupayakan membuka lapangan kerja sebesar-besarnya," jelas Bupati.   Dalam suasana yang akrab penuh dengan raaa kekeluargaan itu, Bupati juga meminta para guru dan pelajar untuk menyikapi 2 hal yakni menjauhi Seks bebas LGBT dan penyalahgunaan Narkoba.   "Jangan sekali kali menyentuh apalagi menggunakan Narkoba, karena beresiko besar menghancurkan masa depan," tegas Bupati.   Begitu juga untuk kasus LGBT dan Seks bebas yang mulai marak di Meranti, ia menghimbau para guru untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada siswa terkait Seks bebas dan LGBT yang pada dasarnya merupakan penyakit moral.   "Saya berharap adik-adik (murid.red), jangan sampai tertular penyakit mental tersebut karena merupakan penyakit yang sangat dibenci oleh Allah SWT, kalau ingin negeri kita bebas dari musibah maka jauhi LGBT," pungkas Bupati.   Sekedar informasi, dalam kegiatan silahturahmi Bupati Kepulauan Meranti dan Majelis Guru SMKN I Selatpanjang sempena HGN dan HUT PGRI Tahun 2018 itu, juga dilakukan pemasangan Salempang Guru oleh Bupati Drs. H. Irwan M.Si yang didampingi Hj. Nirwana Sari Irwan kepada Kepala Sekolah SMK I Selatpanjang Nurhayati. Dilanjutkan dengan penyerahan buku perpustakaan. Acara ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng dan salam salaman antara Bupati yang didampingi istri dengan para guru dan siswa SMKN I Selatpanjang. (Humas Pemkab. Meranti).


BERITA TERKAIT

BERITA DAERAH

Kota Pekanbaru Kota Dumai
Kab. Kampar Kab. Bengkalis
Kab. Indragiri Hulu Kab. Indragiri Hilir
Kab. Rokan Hulu Kab. Rokan Hilir
Kab. Kuansing Kab. Pelalawan
Kab. Siak Kab. Meranti