• Search
  • Menu
title of the image
Ket Gambar : Peserta BPJS Kesehatan di Tanggung Pemda Bengkalis Syaratnya Harus Sakit/ foto internet



Peserta BPJS Kesehatan di Tanggung Pemda Bengkalis Syaratnya Harus Sakit

2019-02-19 07:02:54

UTUSANRIAU.CO, BENGKALIS  - Tahun 2019 Pemda Bengkalis  menaikkan jumlah peserta mengikuti program asuransi sosial Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.  Premi atau iuran  yang di tanggung Pemkab Bengkalis dan Propinsi Riau , Sistim Bugjet Sharing (50:50) naik 10.000 jiwa (peserta) dengan total mencapai 64.685 jiwa.

Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis yang ditunjuk untuk memverifikasi dan validasi warga tak mampu telah membentuk tim Validiator sekitar 280 orang se kabupaten bengkalis. Bulan januari 2019 dinas sosial belum memulai verifikasi peserta karena SK Tim Validator belum terbentuk dan juga masih masa  Rekondisi, baru di mulai bulan Februari 2019 ini.

Kepala Dinas Sosial Bengkalis  Dra.Hj Martini, MH melalui Kabid Penanganan Fakir Miskin Yuniar WR A.KS ditemui UTUSANRIAU di ruangnya,senen 18/02/19 mengatakan " Saya baru di bidang ini dan saya mengerti tentang Rastra ( beras sejahtera) dan bidang ini sama staf saya Masdirwan koordinator TKS (tenaga kerja sukarela) Kabupaten Bengkalis berdasarkan SK dari Kementerian Sosial," terang Yuniar dengan nama panggil bu yuyun.

Dari informasi di terima UTUSANRIAU dari Masdirwan melalui seluler mengatakan " untuk tahun ini dimulai bulan Februari ini dan kita baru meng SK kan petugas  Validator tiap desa sebanyak 280 orang dan tiap kecamatan ada koordinator dan bulan januari kemaren belum di mulai (masih Rekondisi )," kata Masdirwan.

"Bagi warga yang akan menjadi peserta untuk saat ini yang di utamakan sakit dulu baru bisa dilayani dinsos bengkalis dan pendaftaran bagi peserta yang baru kita belum bisa karena petugas Validator belum berjalan," papar Masdirwan.

Untuk  Tim Validator  pihak Dinsos akan melibatkan para pendamping PKH (program keluarga harapan) untuk membantu tim Validator menentukan warga yang berhak menjadi peserta BPJS Kesehatan. Integrasi  Jamkesda Bengkalis melebur dengan BPJS Kesehatan di tahun 2019.

Pendataan  Peserta Di Manfaatkan Tim Caleg Menggaet Pemilih 

Dari pantauan UTUSANRIAU dilapangan terutama di wilayah kecamatan bengkalis dan bantan mendapatkan ada beberapa tim pemenangan Caleg ( calon legislatif) baik yang petehana maupun caleg yang baru. Mereka memanfaatkan program BPJS Kesehatan iuran atau premi di tanggung Pemkab Bengkalis dan Propinsi Riau. Di jadikan program pribadi para caleg.

Sunyoto warga desa parit lapis ditemui UTUSANRIAU memaparkan banyak warga diminta fotocopi KTP dan KK untuk menjadi  peserta BPJS Kesehatan."Mereka  yang saya temui mengatakan program  BPJS Kesehatan ini bisa dibuat cepat melalui caleg tersebut dan tanpa syarat seperti yang di ajukan ke dinas sosial ,"kata sunyoto dan dengan imbalan warga harus memilih caleg tersebut. 

Hal ini Di bantah Kabid Pengendalian Fakir Miskin Dinas Sosial Bengkalis Yuniar WR A.KS mengatakan " Kita menentukan peserta yang layak semua dari Tim Validator yang berada di tiap kecamatan dan desa - desa. Karena tahun ini tahun politik ya mungkin di manfaatkan caleg dan tim nya untuk menggaet warga kalau ada buktinya  bisa kita batalkan atau gugurkan kepesertaannya," terang Yuniar(yul)

 

 

 

 

 


BERITA TERKAIT

BERITA DAERAH

Kota Pekanbaru Kota Dumai
Kab. Kampar Kab. Bengkalis
Kab. Indragiri Hulu Kab. Indragiri Hilir
Kab. Rokan Hulu Kab. Rokan Hilir
Kab. Kuansing Kab. Pelalawan
Kab. Siak Kab. Meranti