• Search
  • Menu
title of the image
Ket Gambar : Kafilah STQ Riau Ikuti Malam Taaruf



Kafilah STQ Riau Ikuti Malam Taaruf

2019-06-29 09:06:47

UTUSANRIAU.CO, PONTIANAK - Kafilah Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Provinsi Riau mengikuti Malam Ta'aruf STQ Nasional ke-XXV Tahun 2019 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (28/6).

Acara Malam Ta'aruf STQ Nasional ini dibuka oleh Menteri Agama RI yang diwakili oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, Muhammadiyah Amin.

Dalam sambutannya, Muhammadiyah Amin mengatakan bahwa pelaksanaan Malam Ta'aruf ini diselenggarakan dalam rangka untuk saling mengenal sesama kafilah STQ agar kegiatan STQ berjalan dengan lancar. 

Ia mengungkapkan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berpesan kepada semua pihak agar tidak hanya mengejar prestasi di MTQ maupun STQ, tapi juga harus mampu meresapi nilai-nilai Al-Quran untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Jangan sekedar mengejar kejuaraan, yang paling penting adalah mengamalkan nilai-nilai Al-Quran," katanya. 

Amin juga mengatakan, banyak daerah yang menginginkan menjadi tuan rumah STQ namun pihaknya mengatakan ada berbagai pertimbangan sebelum menetapkan tuan rumah terutama menyangkut kesiapan.

Di akhir sambutannya, Amin berpesan bagaimana kedepannya para hafiz yang mengikuti baik MTQ maupun STQ dapat diberdayakan di masjid-masjid seluruh Indonesia.

"Semoga pelaksanaan STQ ini berjalan dengan lancar, in sya Allah pembukaan dilakukan oleh Pak Menteri" ucapnya. 

Di lain pihak, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan bahwa penunjukan Pontianak sebagai tuan rumah ini sejalan dengan mencapai target program di masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan untuk melahirkan paling sedikit 5000 hafiz. 

"Sekarang sudah ada 2500 hafiz, dan kami yakin di sisa waktu yang ada target tersebut tercapai," ujarnya.

Para hafiz jebolan STQ ini, ungkapnya, harus menjadi imam dan khatib di masjid-masjid besar di Kalbar dan Indonesia.

Sutarmidji kemudian mengungkapkan, pelaksanaan STQ Nasional ke-XXV di Pontianak ini sangat unik. Karena untuk pertama kalinya di dunia, Alquran dilantunkan di titik 0 derajat bumi. 

Untuk pertama kalinya, penghargaannya diganti dengan medali bukan lagi piagam. Diakuinya, hal ini menyebabkan kontroversi. Meski demikian ia melakukan hal tersebut agar penghargaan tersebut tahan lama. 

"Semoga pelaksanaan STQ ini menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi kita semua," pungkasnya. 

Turut hadir dalam acara ini antara lain, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Pangdam XII/Tpr, Mayjend TNI Herman Asaribab, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Gubernur dan Wakil Gubernur undangan, Wali Kota dan Bupati se Kalimantan Barat, beserta tamu undangan lainya. **urc/mcr


BERITA TERKAIT

BERITA DAERAH

Kota Pekanbaru Kota Dumai
Kab. Kampar Kab. Bengkalis
Kab. Indragiri Hulu Kab. Indragiri Hilir
Kab. Rokan Hulu Kab. Rokan Hilir
Kab. Kuansing Kab. Pelalawan
Kab. Siak Kab. Meranti