• Search
  • Menu
title of the image
Ket Gambar : Masyarakat Jangan Terprovokasi Video Pembubaran Jemaah Gereja di Inhil



Wagubri: Masyarakat Jangan Terprovokasi Video Pembubaran Jemaah Gereja di Inhil

2019-08-29 08:08:55

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution menegaskan bahwa video viral adanya pembubaran jemaah  gereja saat beribadah di Dusun Sari Agung di Desa Petalongan, Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada 25 Agustus 2019 lalu, tidak menggambarkan kejadian sesungguhnya. 

Pernyataan orang nomor dua di Riau ini juga dibenarkan oleh Ketua Persatuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Pendeta Rikson Sitorus yang juga hadir pada pertemuan tertutup di ruang kenanga, Kantor Gubernur Riau, berdasarkan laporan Pendeta Sinaga di Keritang, Inhil.

"Video yang beredar yang terlanjur sudah viral itu tidak sepenuhnya terjadi seperti itu. Itu perlu saya sampaikan, bahwa pernyataan itu juga disampaikan Pendeta Sinaga yang ada di di sana," kata Wagub, usai menggelar rapat tertutup bersama Kakanwil Kemenag, pimpinan gereja, termasuk pejabat Forkopimda, Bupati Inhil HM Wardan, terkait video viral pembubaran jemaah beribadah di Inhil, Rabu (28/8/19).

Menurut Wagub, perihal video pembubaran jemaah Kristen saat beribadah yang menggambarkan kejadian sesungguhnya itu juga sudah dilaporkan kepada pengurus PGPI di Pekanbaru termasuk di tingkat nasional. Itu pun kejadian bukan di gereja, melainkan rumah warga yang dijadikan tempat ibadah.

Dengan begitu papar Wagub, masyarakat diharapkan tidak terprovokasi ulah oknum-oknum yang sengaja memviralkan yang sudah diedit tersebut. 

Memang masalahnya di sana, ujar Wagub lagi, yang tidak dibenarkan masyarakat itu bukan beribadahnya, tapi tempat ibadahnya tidak sesuai dengam keputusan menteri bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama. Karena rumah itu tidak bisa digunakan tempat ibadah.

Selain itu, jelas Wagub lagi ternyata persoalan apa yang terjadi di Dusun Sari Agung di Desa Petalongan, Keritang Inhil sudah diselesaikan jauh hari. Sejak 7 Februari sudah dilakukan kesepakatan mulai dari tingkat desa, kecamatan sampai ketingkat kabupaten. 

"Pemkab sudah memberikan solusi, ada dua gereja terdekat, tidak jauh kebetulan tempat mereka beribadah itu, jaraknya 8 kilo memang. Inilah yang kita terus bangun komunikasi  terutana pihak gereja sendiri diinternal mereka, untuk memberikan pemahaman kepada jemaah mrreka. Supaya umat itu bisa memahami. Btu juga para jemaah di dua gereja terdekat itu," jelas Wagub. **mcr/urc


BERITA TERKAIT

BERITA DAERAH

Kota Pekanbaru Kota Dumai
Kab. Kampar Kab. Bengkalis
Kab. Indragiri Hulu Kab. Indragiri Hilir
Kab. Rokan Hulu Kab. Rokan Hilir
Kab. Kuansing Kab. Pelalawan
Kab. Siak Kab. Meranti